Kitab kuning dan perempuan, perempuan dan kitab kuning
Publication date
1993
Authors
Bruinessen, M.M. van
Editors
Advisors
Supervisors
DOI
Document Type
Preprint
Metadata
Show full item recordCollections
License
Abstract
Kitab Kuning dan Emansipasi Perempuan: Konflik Budaya?
Pengamatan-pengamatan Masdar mengenai kedudukan perempuan
dalam diskursus (wacana, bahasan) dominan kitab kuning terasa tidak
enak didengar tetapi memang sulit dibantah. Baik dalam penggunaan
bahasa (yang sangat memihak kepada jenis mudzakkar) maupun pilihan
aspek kehidupan perempuan yang dijadikan pokok bahasan kitab-kitab
fiqh, terdapat bias yang begitu dalam dan transparan. Tolok ukur untuk
segala hal ialah laki-laki, dan perbedaan antara perempuan dan laki-laki
diberi makna bahwa perempuan tidak mencapai martabat laki-laki.
Keberadaan perempuan seolah-olah hanya demi mengabdi kepada lakilaki
dan memenuhi kebutuhan seksualnya saja. Status laki-laki baik di
dunia maupun di akherat jauh di atas status perempuan, dan dengan
tolok ukur harga, bobot atau keseriusan, satu orang laki-laki adalah
sepadan dengan dua orang perempuan.